Cahaya di mata Ayah
Rifani Kharimah Pratiwi, dkk., Rifani Kharimah Pratiwi, dkk.
Sejak hasrat untuk menyulap rumah peninggalan datuk menjadi rumah semen, Gadis sudah menentang. Orang tua telah membujuk dan meyakinkan, tetapi ia tetap menolak. datuk pernah berpesan untuk selalu mencintai dan menjaga rumah panggung itu.
"Gadis, tidurlah, nak! Besok kau mau sekolah." seru ibu membuyarkan lamunan gadis belia itu.
Dilihatnya jam di tangan yang menunjukkan pukul 21.30. dipeluklah malam, sembari berharap esok menjelma indah tanpa diwarnai perdebatan antara dia dengan orang tuanya. "Rumah panggung ini harus tetap dipertahankan.: ujar Gadis membatin.
"Gadis, tidurlah, nak! Besok kau mau sekolah." seru ibu membuyarkan lamunan gadis belia itu.
Dilihatnya jam di tangan yang menunjukkan pukul 21.30. dipeluklah malam, sembari berharap esok menjelma indah tanpa diwarnai perdebatan antara dia dengan orang tuanya. "Rumah panggung ini harus tetap dipertahankan.: ujar Gadis membatin.
Detail Information
- Publisher
- Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2026-05-12T09:19:49Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah