Multikulturalisme Yogyakarta dan identitas keIndonesiaan
Hasmah, Hasmah
Gambaran sebuah masyarakat yang majemuk (plural) cukup mirip dengan 'mozaik'. Sebuah mozaik terdiri dari pecahan-pecahan dengan warna yang sebagian berbeda, sebagian mirip dengan yang lain. Pecahan-pecahan ini disatukan oleh perekat, dan keseluruhannya menampilkan sebuah gambar tertentu. Perekat ini bisa sangat kuat, bisa pula tidak. Jika mozaik in pecah maka unsur-unsur yang membentuk mozaik tersebut akan terpisah-pisah lagi. Kini, mozaik itu berubah menjadi permadani, penuh warna, corak dan motif. Menyilang dan menjalin satu sama lain, membentuk sebuah permadani budaya dengan gambar dan warna yang beragam. Multikulturalisme merupakan suatu ideologi yang terbuka untuk dialog dengan budaya-budaya lain dalam kedudukan yang multikulturalisme dibutuhkan sebagai landasan untuk meningkatkan kewaspadaan nasional, tegaknya demokrasi, HAM dan kesejahteraan hidup masyarakat menuju terwujudnya Good Governance dalam pembangunan nasional.
Detail Information
- Publisher
- Departemen Pariwisata dan Kebudayaan RI
- Tahun
- 2009
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-25T23:21:51Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah