Alat musik Bakbeng organologi dan peluang pemanfaatannya
Larasati, Theresiana Ani; Mudjijono, Mudjijono
Alat musik dari bambu ada berbagai macam, dan hampir di setiap daerah memiliki kekayaan budaya tersebut. Keunikan atau ciri khas dari masing-masing daerah muncul sebagai identitas loka. Bakbeng dari Sampang Madura adalah satu diantara sekian banyak alat musik dari bambu. Secara organologis, Bakbeng memiliki keunikan, dengan adanya empat dawai dalam satu batang bambu, dan adanya membran penutup di salah satu ujung batang bambu. Sumber bunyi pada alat musik Bakbeng berasal dari dawai yang biasa disebut teres perreng, dibuat dari bilahan kulit bambu. Untuk menghasilkan bunyi bass pada Bakbeng digunakan satu penghantar lagi yaitu lecile atau kopengan yang berupa seperti plat dari bambu. Lubang atau lobeng sebagai bentuk resonansi. Teknik memainkan alat musik Bakbeng dengan cara diketuk-ketuk menggunakan sebuah tongkat pemukul yang berbahan bambu. Keberadaan Bakbeng tidak populer seperti musik tradisional lainnya yang berkembang di Madura, seperti Dhuk-dhuk, Ghu/-ghul, Tong-tong, dan Ul Dhaul, namun bukan berarti tidak ada. Hingga kini kesenian tersebut tetap eksis di tengah masyarakat Sampang, di tengah "persaingan" dengan musik tradisional lainnya yang terlihat lebih menarik.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya D.I Yogyakarta
- Tahun
- 2021
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-09-13T09:28:08Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah