• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. Perpustakaan Saung Baca Pintar
  2. Katalog
  3. Panggung seumur jagung seni, budaya dan media propaganda
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Panggung seumur jagung seni, budaya dan media propaganda

Tjahjawulan, lndah; Chotimah, Chusnul

Masa pendudukan Jepang memberi pengalaman kreatif agak berbeda bagi seniman dan budayawan Indonesia. Mereka mendapat peluang yang agak luas untuk berkreasi dan berekspresi sehingga berkembang karya-karya sastra, sandiwara, film, dan lain-lain. Selain seniman dan budayawan lama dari zaman kolonial Belanda, tampil kelompok "baru" seperti Usmar Ismail, Sanusi Pane, Agus Djajasuminta-untuk menyebut beberapa nama. Pembentukan Keimin Bunka Shidosho atau Pusat Kebudayaan seperti "menjamin" bahwa para seniman Indonesia dapat terus berkarya meskipun pemimpin lembaga itu tetap berada di tangan orang Jepang. Sistem pendidikan pada masa pendudukan militer Jepang menghapus sekat-sekat sosial sehingga semua kalangan masyarakat bisa bersekolah tanpa melihat kelas sosialnya. Aspek seni-budaya masuk dalam kurikulum sekolah dengan menonjolkan kebudayaan Jepang seperti senam taisho, baris-berbaris, pengenalan pakaian kimono dan pelajaran merangkai bunga atau ikebana. Dengan demikian rakyat Indonesia diharapkan mengenal lebih mendalam kebudayaan Jepang. Meskipun semua kebijakan itu untuk kepentingan propaganda dan kebutuhan perang, banyak peluang dan pengalaman berharga dimanfaatkan masyarakat Indonesia.
Detail Information
Publisher
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah
Tahun
2019
Bahasa
id
Last Updated
2024-10-16T00:46:57Z
Subjects / Keywords
Kebudayaan Sejarah Indonesia
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

Perpustakaan Saung Baca Pintar
Perpustakaan Saung Baca Pintar
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

Perpustakaan kami merupakan pusat informasi dan pembelajaran yang menyediakan berbagai koleksi buku dan sumber digital. Kami berkomitmen untuk mendukung kegiatan pendidikan dan meningkatkan minat baca masyarakat.

Statistik Pengunjung

Hari ini 3.299
Online: 3.292 Onsite: 7
Bulan ini 67.792
Online: 66.694 Onsite: 1.098
Total 276.028
Online: 260.848 Onsite: 15.180

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar