Sinrilik kappalak tallung batuwa
Bantang, Siradjuddin
Kisah ini merupakan terjemahan. Naskah aslinya ditulis dalam bahasa Bugis berjudul: Sinrilik Kappalah Tallung Batuwa. Terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia dikerjakan oleh Siradjuddin Bantang. Kisah ini menceritakan tentang Kerajaan Gowa yang pernah berkuasa dan jaya di Sulawesi Selatan, dan mempunyai kekuasaan yang besar di antara kerajaan-kerajaan di sekitarnya.
Rajanya bernama Karaeng Tunisombaya sangat besar kuasanya dan mempunyai ambisi yang besar untuk tetap berkuasa. Karena ambisinya yang besar itu, dia membentengi sekeliling istananya/kerajaannya dengan tembok-tembok yang kokoh dan tebat, serta tinggi, yang menurutnya dapat menjamin dan melindungi dirinya dan kerajaannya dari serangan musuh-musuhnya. Dengan keadaan pertahanannya yang demikian itu, dia pun merasa kuat.
Rajanya bernama Karaeng Tunisombaya sangat besar kuasanya dan mempunyai ambisi yang besar untuk tetap berkuasa. Karena ambisinya yang besar itu, dia membentengi sekeliling istananya/kerajaannya dengan tembok-tembok yang kokoh dan tebat, serta tinggi, yang menurutnya dapat menjamin dan melindungi dirinya dan kerajaannya dari serangan musuh-musuhnya. Dengan keadaan pertahanannya yang demikian itu, dia pun merasa kuat.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah
- Tahun
- 1988
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-12-15T02:19:46Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah