Seni budaya melayu Kabupaten Bintan
Suarman, Suarman; Mubarok, Jauhar
Indonesia mempunyai beragam kesenian tradisional yang pada nilai, bentuk, dan fungsi yang berakar pada lokalitas daerah. Kesenian-kesenian tersebut terwariskan dari generasi ke generasi, bertahun-tahun lamanya. Kebertahanan sebuah kesenian menjadi bukti bahwa kesenian-kesenian tersebut masih mempunyai pendukung kebudayaan yang loyal untuk menghidupkannya di tengah deru kehidupan yang melaju kencang bersama modernitas. Melemang dan silat Melayu adalah sedikit contoh kesenian-kesenian tradisional yang masih bertahan tersebut. Secara historis kedua kesenian itu telah mampu mengalahkan berbagai halangan dan kendala yang mengiringinya, sementara ini.
Dibandingkan dengan beberapa kesenian tradisional lainnya, kedua bentuk kesenian tersebut sudah menunjukkan daya tahannya. Sampai masa sekarang, setidaknya. Namun kendala-kendala yang akan datang tidak menutup kemungkinan juga semakin banyak dan berat untuk dipikul para pendukungnya. Kendala yang paling berat adalah ketika masyarakat setempat tidak lagi menjadi pilar utama pendukung kesenian-kesenian itu. Seperti telah dituliskan di atas, bahwa masyarakat pada masa sekarang mempunyai berbagai preferensi hiburan yang jauh lebih beragam, murah, dan mungkin juga lebih menarik hati. ltu dari kacamata masyarakat yang menjadi konsumen keseniannya. Selain itu pilihan hidup yang ingin praktis dengan mencoba menjalani hidup secara realistis juga menjadi pandangan yang jamak. Terlebih di negeri ini dunia kesenian tradisional belum dapat menjadi sandaran utama sebagai penopang hidup. Maka kemungkinan-kemungkinan kesenian tradisional untuk ditinggalkan oleh masyarakat yang lebih mengutamakan sisi materi sangat besar.
Dibandingkan dengan beberapa kesenian tradisional lainnya, kedua bentuk kesenian tersebut sudah menunjukkan daya tahannya. Sampai masa sekarang, setidaknya. Namun kendala-kendala yang akan datang tidak menutup kemungkinan juga semakin banyak dan berat untuk dipikul para pendukungnya. Kendala yang paling berat adalah ketika masyarakat setempat tidak lagi menjadi pilar utama pendukung kesenian-kesenian itu. Seperti telah dituliskan di atas, bahwa masyarakat pada masa sekarang mempunyai berbagai preferensi hiburan yang jauh lebih beragam, murah, dan mungkin juga lebih menarik hati. ltu dari kacamata masyarakat yang menjadi konsumen keseniannya. Selain itu pilihan hidup yang ingin praktis dengan mencoba menjalani hidup secara realistis juga menjadi pandangan yang jamak. Terlebih di negeri ini dunia kesenian tradisional belum dapat menjadi sandaran utama sebagai penopang hidup. Maka kemungkinan-kemungkinan kesenian tradisional untuk ditinggalkan oleh masyarakat yang lebih mengutamakan sisi materi sangat besar.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Tanjungpinang
- Tahun
- 2015
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-15T03:45:47Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah