Makepung: Jembrana Provinsi Bali
Suarka, I Nyoman; Dharmika, Ida Bagus; Suteja, I Made Dharma; Hartono, Hartono; Beratha, Ni Luh Sutjiati; Sudewa, I Ketut; Sanjaya, Putu Kamasan
Warisan budaya nonbenda yang sangat spesifik dimiliki oleh masyarakat Jembrana dan telah menjadi salah satu identitas Jembrana adalah makepung. Keberadaan makepung erat kaitannya dengan struktur geografis dan mata pencaharian sebagian besar masyarakat Jembrana di bidang pertanian. Inspirasi makepung berasal dari tahapan-tahapan pengelolaan sawah. Sebelum dapat ditanami, sawah harus melalui proses penggemburan tanah untuk menjadi lumpur yang dikenal dengan istilah membajak. Para petani di Bali, khususnya Jembrana biasanya menggunakan sapi atau kerbau untuk membantu melaksanakan tugas ini. Di Jembrana, kegiatan membajak umumnya menggunakan kerbau dan dilakukan secara bergotong-royong, sehingga satu petak sawah bisa dibajak oleh beberapa pasang kerbau. Dari kegiatan inilah kemudian muncul ide para petani untuk mengadu kebolehan kerbaunya dalam hal menarik lampit.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Badung (Bali, NTB, NTT)
- Tahun
- 2012
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-02-21T01:54:05Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah