Wacana cak-cuk: prinsip restoris dan daya tarik
Subiyatningsih, Foriyani
Penelitian ini bertujuan mengkaji cara kreator Cakcuk mengkreasi bahasa berdasarkan prinsip-prinsip dan maksim-maksim retorik tekstual di dalam sebuah karya desain
Cakcuk; dan penentuan bentuk stilistik teks yang dapat menimbulkan daya tarik teks dan karya desain cakcuk. Dari penelitian ini diperoleh suatu pemahaman bahwa wacana
Cakcuk merupakan hasil kreativitas bahasa yang dilakukan oleh kreator dengan cara mentaati aturan-aturan prinsip/maksim retorik tekstual. Prinsip/maksim retorik tekstual tidak berlaku mutlak dan tidak dapat diterapkan secara bersamaan tapi saling bersaing. Esensi kreativitas terletak pada kepiawaian kreator di dalam memanfaatkan
prinsip/maksim sehingga dari hasil kreasinya diperoleh sebuah teks yang efisien, jelas, efektif dan menarik. Kreator memiliki pemahaman bahwa mentaati salah satu prinsip
retorik tekstual berarti pelanggaran terhadap prinsip retorik yang lain. Ada motivasi yang mendasari setiap pemilihan prinsip/maksim, yaitu: (i) prinsip prosesibiltas agar teks jelas mana yang difokuskan dan mana bobotnya; (ii) prinsip kejelasan agar teks jelas pesannya; (iii) prinsip ekonomi agar bentuk teks ringkas; dan (iv) prinsip ekspresif agar teks efektif. Konsekuensi dari penerapan masing-masing prinsip/maksim adalah bentuk stilistik teks yang berbeda-beda. Salah satu cara yang ditempuh oleh kreator agar wacana
Cakcuk menarik adalah menerapkan prinsip kelakar dan prinsip daya tarik. Manivestasi dari prinsip kelakar adalah "Sounding" sebagai daya tarik teks. Pesan teks banyak terkait dengan keadaan dan perilaku sosial masyarakat Surabaya sebagai sumber berita dan menjadi pusat perhatian. Data penelitian dikumpulkan melalui penggunaan metode simak
dengan teknik dasar rekam dan dilanjutkan dengan teknik catat. Data dianalisis dengan metode agih, komparasi, dan padan kontekstual.
Cakcuk; dan penentuan bentuk stilistik teks yang dapat menimbulkan daya tarik teks dan karya desain cakcuk. Dari penelitian ini diperoleh suatu pemahaman bahwa wacana
Cakcuk merupakan hasil kreativitas bahasa yang dilakukan oleh kreator dengan cara mentaati aturan-aturan prinsip/maksim retorik tekstual. Prinsip/maksim retorik tekstual tidak berlaku mutlak dan tidak dapat diterapkan secara bersamaan tapi saling bersaing. Esensi kreativitas terletak pada kepiawaian kreator di dalam memanfaatkan
prinsip/maksim sehingga dari hasil kreasinya diperoleh sebuah teks yang efisien, jelas, efektif dan menarik. Kreator memiliki pemahaman bahwa mentaati salah satu prinsip
retorik tekstual berarti pelanggaran terhadap prinsip retorik yang lain. Ada motivasi yang mendasari setiap pemilihan prinsip/maksim, yaitu: (i) prinsip prosesibiltas agar teks jelas mana yang difokuskan dan mana bobotnya; (ii) prinsip kejelasan agar teks jelas pesannya; (iii) prinsip ekonomi agar bentuk teks ringkas; dan (iv) prinsip ekspresif agar teks efektif. Konsekuensi dari penerapan masing-masing prinsip/maksim adalah bentuk stilistik teks yang berbeda-beda. Salah satu cara yang ditempuh oleh kreator agar wacana
Cakcuk menarik adalah menerapkan prinsip kelakar dan prinsip daya tarik. Manivestasi dari prinsip kelakar adalah "Sounding" sebagai daya tarik teks. Pesan teks banyak terkait dengan keadaan dan perilaku sosial masyarakat Surabaya sebagai sumber berita dan menjadi pusat perhatian. Data penelitian dikumpulkan melalui penggunaan metode simak
dengan teknik dasar rekam dan dilanjutkan dengan teknik catat. Data dianalisis dengan metode agih, komparasi, dan padan kontekstual.
Detail Information
- Publisher
- Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur
- Tahun
- 2014
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-12T07:00:13Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah