• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. Perpustakaan Saung Baca Pintar
  2. Katalog
  3. Budaya politik kerajaan Balanipa Mandar
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Budaya politik kerajaan Balanipa Mandar

Kila, Syahrir

Budaya politik Kerajaan Balanipa dimulai dari kepemimpinan lomokoka yang awalnya diharapkan dapat menjamin ketentraman masyarakat, Sejumlah Tomakaka yang ada ini justru ternyata berbuat sewenang-wenang dan berambisi untuk menguasai sesamanya. Kondisi itu menyebabkan empat Tomakaka mempersatukan diri dalamsatu ikatan kebersamaan yang dikenal dengan nama Appe Banua Kaiyang, Appe Banua Kaiyang mencari pigur pemimpin yang dapat mengatasi persoalan.Pencarian lalu tertuju kepada I Manyambungi. Persoalan muncul sebab tokoh yang dimaksud berada di Kerajaan Gowa. Appe Banua Kaiyong mengirim utusan untuk menjemput I Manyambungi agar dapat dikembalikan ke Mandar. Pada waktu kembali ke negerinya, ia lalu memerangi para Tomakaka yang selalu berbuat kekacauan di Mandar. Atas keberhasilannya itu, ia diangkat menjadi pemimpin Appe Banua Kaiyang dan menjadi pemegang kendali atas daerah-daerah tersebut.Se.jak itu merupakan awal munculnya budaya politik lokal di kerajaan ini. I Manyambungi melakukan pembenahan wilayah dengan membuat peraturan dalam berbagai bidang, terutama pada persyaratan pengangkatan seorcng mara'dia setelah pemberhentiannya. Aturan-aturan itulah yang kemudian menjadi pola acuan yang berkelanjutan sepanjang wilayah tersebut menganut sistem kerajaan.
Detail Information
Publisher
Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan
Tahun
2015
Bahasa
id
Last Updated
2019-11-28T08:31:53Z
Subjects / Keywords
Kebudayaan Sejarah Indonesia Penelitian kebudayaan
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

Perpustakaan Saung Baca Pintar
Perpustakaan Saung Baca Pintar
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

Perpustakaan kami merupakan pusat informasi dan pembelajaran yang menyediakan berbagai koleksi buku dan sumber digital. Kami berkomitmen untuk mendukung kegiatan pendidikan dan meningkatkan minat baca masyarakat.

Statistik Pengunjung

Hari ini 3.100
Online: 3.100 Onsite: 0
Bulan ini 29.759
Online: 29.558 Onsite: 201
Total 327.260
Online: 311.781 Onsite: 15.479

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar