Bukan karena tidak cerdas
Babutta, Selvies Lea
Anak cerdas hanya dilihat dari satu sisi kecerdasan, yaitu kecerdasan intelektual yang tertuang dalam bentuk nilai-nilai akademik ilmu pengetahuan sehingga tidak jarang sekolah-sekolahpun kurang menjamah kegiatan ekstrakurikuler. Padahal kegiatan ini merupakan, minat dan kemampuan dirinya. Zaman bergulir bersama dengan perubahan yang mengiringi, namun yang jelas bahwa pola tumbuh kembang dan kecerdasan pada anak sejak dilahirkan hingga dewasa tidaklah berubah, sejatinya setiap anak memiliki minat dan kemampuannya masing-masing yang dapat direfleksikan dalam berbagai bentuk kecerdasan yang disebut kecerdasan majemuk (multiple intellegences).
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-11-28T07:54:03Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah