Kontestasi dan konflik elite tradisional dan elite modern Minangkabau dalam media massa di kota Bukittinggi masa kolonial
Andoni, Yudhi
Artikel ini berkontribusi menerima sebagian dan menolak sebagian lainnya tentang konsep cultural citizenship yang dikenalkan Henk Schulte Nordholt. Memakai model elite kota Minangkabau di Kota Bukittinggi masa kolonial, dapat dijelaskan bahwa selain memodernisasi dirinya, elite kota Minangkabau di Kota Bukittinggi menjadi perantara ide-ide kebangsaan sebagai tujuan dunia baru mereka. Negara kolonial dianggap tidak lagi dapat memenuhi ekspetasi kemodernan mereka yang terus berkembang. Lewat berbagai media cetak, dan jaringan intelektual yang lintas etnis dan teritori, para elite kota menjembatani pahaman kebangsaan sebagai tujuan bersama.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Padang
- Tahun
- 2014
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-05-11T14:23:38Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah