Panginangan: koleksi museum negeri Propinsi Kalimantan Selatan Lambung Mangkurat
Zailani, Zailani; Triatno, Agus; Sulaksono, Dwi Putro
Bagi masyarakat Kalimantan Selatan istilah kata panginangan sudah tidak asing lagi diJengar. Kata panginangan ini dalam bahasa Banjar berasal dari kata "kinang" artinya makan sirih. Umumnya yang dipakai dalam kebiasaan menginang pada masyarakat setempat bukan saja terbatas hanya dengan makan sirih tetapi dilengkapi pula dengan bahan kinangan lainnya,
antara lain : kapur, pinang, gambir dan tembakau. Dari uraian di atas bahwa "panginangan" menunjukkan pada seperangkat bahan atau ramuan yang dikinang . Di samping itu ada pula yang mengartikannya pada seperangkat wadah yang diciptakan secara khusus untuk tempat bahan kinangan, dan kadang-kadang juga dilengkapi dengan peralatan pelengkapnya.
antara lain : kapur, pinang, gambir dan tembakau. Dari uraian di atas bahwa "panginangan" menunjukkan pada seperangkat bahan atau ramuan yang dikinang . Di samping itu ada pula yang mengartikannya pada seperangkat wadah yang diciptakan secara khusus untuk tempat bahan kinangan, dan kadang-kadang juga dilengkapi dengan peralatan pelengkapnya.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Permuseuman
- Tahun
- 1994
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-05-29T19:01:58Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah