Tata krama dalam keluarga batih di Indonesia
Ayatrohaedi, Ayatrohaedi; Dakung, sugiarto; Adonis, Tito; Radiawan, Hari
Tata krama baru bermunculan sebagai konsekuensi masyarakat yang bergaul dengan dunia bebas atau masyarakat sekitarnya atau masyarakat luar lainnya yang jauh yang datang di lingkungan mereka. Atau dengan kata lain pergaulan masyarakat tersebut bisa saja merupakan pergaulan regional maupun internasional. Masyarakat di berbagai daerah di Indonesia bebas untuk bepergian dan juga menerima pendatang dari daerah lain. Lambat atau cepat akan terjadi penambahan tata krama yang sudah ada atau penggantian beberapa ha! dalam tata krama yang sudah usang yang tidak sesuai lagi dengan peredaran zaman. Misalnya tata krama yang meliputi tegur sapa sebagai 'Selamat pagi", "Selamat makan'', "Selamat tidur'',dan sebagainya, kini sudah menjadi tata krama nasional.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional
- Tahun
- 1989
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-05-26T15:04:26Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah