Sikap menghargai waktu di kalangan pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta
Mintosih, Sri; Lindiastuti, Lindiastuti; Adonis, Tito
Tulisan ini berusaha untuk mengangkat masalah yang cukup
menarik untuk diketengahkan, yakni kehidupan pelajar ·dan
mahasiswa di satu pihak, dan kebudayaan industri dipihak lain. Menariknya masalah ini di satu pihak karena: (1) Pelajar dan mahasiswa dianggap sebagai aset nasional jangka panjang, sehing perlu dipersiapkan agar mampu menghadapi tantangan zaman di era industrialisasi dan globalisasi,(2) Pelajar dan mahasiswa adalah orang-orang yang terikat oleh adanya aturan-aturan dalarri sistem pendidikan yang perwujudannya terlihat dalam proses belajar ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga membina sikap mental bersaing dan berusaha memanfaatkan waktu yang sebesar-besamya dan seluas-luasnya. Sementara itu, sekolah adalah suatu wadah resmi yang tidak saja mengajarkan pengetahuan-pengetahuan yang bersifat praktis. Sekolah tidak saja memungkinkan bagi pelajar atau mahasiswa untuk meraih prestasi pengetahuan yang terbaik, tetapi juga menanamkan sikap mental atau kebudayaan bersaing dan bekerja sama. Sekolah juga menciptakan suatu kondisi dimana setiap pelajar maupun mahasiswa mampu memanfaatkan waktu yang terbatas untuk mencapai tujuan sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Lingkungan tersebut.
menarik untuk diketengahkan, yakni kehidupan pelajar ·dan
mahasiswa di satu pihak, dan kebudayaan industri dipihak lain. Menariknya masalah ini di satu pihak karena: (1) Pelajar dan mahasiswa dianggap sebagai aset nasional jangka panjang, sehing perlu dipersiapkan agar mampu menghadapi tantangan zaman di era industrialisasi dan globalisasi,(2) Pelajar dan mahasiswa adalah orang-orang yang terikat oleh adanya aturan-aturan dalarri sistem pendidikan yang perwujudannya terlihat dalam proses belajar ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga membina sikap mental bersaing dan berusaha memanfaatkan waktu yang sebesar-besamya dan seluas-luasnya. Sementara itu, sekolah adalah suatu wadah resmi yang tidak saja mengajarkan pengetahuan-pengetahuan yang bersifat praktis. Sekolah tidak saja memungkinkan bagi pelajar atau mahasiswa untuk meraih prestasi pengetahuan yang terbaik, tetapi juga menanamkan sikap mental atau kebudayaan bersaing dan bekerja sama. Sekolah juga menciptakan suatu kondisi dimana setiap pelajar maupun mahasiswa mampu memanfaatkan waktu yang terbatas untuk mencapai tujuan sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Lingkungan tersebut.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional
- Tahun
- 1996
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-03-16T09:41:18Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah